BOGOR - Babinsa Wates Jaya Koramil 0621-12/Cigombong, Serka Arsad, memberikan materi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 BNN Kabupaten Bogor, Jumat (21/8/2026).
Materi yang disampaikan mengangkat tema “Pencegahan Kekerasan dan Penyimpangan Seksual”, sebagai upaya memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga diri, menghormati orang lain, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Sekolah SRT beserta para guru, serta siswa-siswi tingkat SMP sebanyak 25 orang dan tingkat SMA sebanyak 25 orang.
Dalam penyampaiannya, Serka Arsad mengajak para siswa untuk berani mengenali dan mencegah berbagai bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal maupun tindakan yang mengarah pada pelecehan dan penyimpangan seksual. Para siswa juga diberikan pemahaman agar segera melaporkan kepada guru, orang tua maupun pihak yang berwenang apabila menemukan atau mengalami tindakan yang tidak semestinya.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk saling menghormati, menjaga pergaulan dan berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Jika menemukan kejadian yang tidak pantas, jangan takut untuk melapor kepada guru atau orang tua, ” ujar Serka Arsad.
Danramil 0621-12/Cigombong, Kapten Inf Koswara, mengatakan bahwa kegiatan pembekalan kepada pelajar merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki kesadaran, kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
“Pembekalan seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, mampu menjaga diri, menghormati sesama dan memahami batasan dalam pergaulan. Kami berharap para siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, ” kata Kapten Inf Koswara.
Sementara itu, Dandim 0621/Kab. Bogor Letkol Inf. Rizal Dwijayanto, S.E., M.I.P., menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, sekolah, orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi para pelajar.
“Pencegahan kekerasan harus menjadi tanggung jawab bersama. Anak-anak kita harus mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka secara positif, ” tegas Letkol Inf. Rizal Dwijayanto.
Danrem 061/SK Brigjen TNI Thomas Rajunio, S.I.B.S., M.Tr.(Han.), menyampaikan bahwa edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya kekerasan dan perilaku menyimpang di kalangan generasi muda.
“Edukasi dan pendampingan kepada pelajar harus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan pemahaman yang baik, para siswa diharapkan mampu melindungi diri, menghargai sesama dan menjadi generasi yang bertanggung jawab, ” ujar Brigjen TNI Thomas Rajunio.
Senada, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menekankan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dibina bersama.
“Generasi muda adalah masa depan bangsa. Karena itu, mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat dan bebas dari kekerasan serta berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan anak-anak kita, ” ungkap Mayjen TNI Kosasih.
Kegiatan MPLS tersebut berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SRT semakin memahami pentingnya menjaga diri, menghormati sesama serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.PERS

Updates.